Sam Senduk Sumeisey Akhiri Tahapan Kampanye Pilhut Desa Lemoh Bernuansa Relijius

Sam Senduk Sumeisey Akhiri Tahapan Kampanye Pilhut Desa Lemoh Bernuansa Relijius

Berita, Minahasa116 Dilihat

Minahasa – Calon Hukum Tua Desa Lemoh Induk Nomor Urut 2, Sam Senduk Sumeisey, mengakhiri seluruh rangkaian kampanye Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Tahun 2026 dengan mengikuti Ibadah Oikumene bersama masyarakat bertempat di gedung balai desa, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan tersebut menjadi penutup tahapan kampanye sekaligus momentum untuk memanjatkan syukur dan memohon penyertaan Tuhan menjelang hari pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 17 Juni 2026.

Sam Senduk Sumeisey mengatakan bahwa seluruh proses demokrasi harus dilandasi nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan kasih, sehingga perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat Desa Lemoh.

“Hari ini kita mengakhiri masa kampanye dengan ibadah. Ini menjadi pengingat bahwa segala sesuatu harus diawali dan diakhiri dengan doa serta penyerahan diri kepada Tuhan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan Pilhut yang damai,” ujar Sam.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung, simpatisan, relawan, dan masyarakat yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan visi dan misi selama masa kampanye.

Menurut Sam, Pilhut bukan sekadar kontestasi politik, melainkan sarana demokrasi untuk menentukan arah pembangunan Desa Lemoh ke depan. Karena itu, ia berharap seluruh warga dapat menggunakan hak pilih dengan bijaksana serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama masa tenang.

Dengan berakhirnya masa kampanye, seluruh calon kini memasuki masa tenang sebelum masyarakat Desa Lemoh menentukan pilihan mereka pada hari pencoblosan mendatang.

Mengusung semangat “SSS – Sejahtera, Sigap, Setia”, Sam Senduk Sumeisey menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemajuan Desa Lemoh dengan mengedepankan pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita sambut hari pemilihan dengan hati yang bersih, penuh sukacita, dan tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.( VL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *