Pendiri PERMIKOMNAS Akmal Budi Yulianto: Mahasiswa Harus Jadi Pemimpin Digital Berintegritas

Berita, Minahasa91 Dilihat

TONDANO,– Penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan integritas, karakter, dan kepedulian sosial. Mahasiswa informatika dan komputer tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi dituntut mampu melahirkan inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Pendiri Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI), Akmal Budi Yulianto, dalam sambutan yang diwakili Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-IX PERMIKOMNAS RI Tahun 2026 di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, Senin (2/11/2026).

Dalam sambutannya, Akmal menegaskan bahwa PERMIKOMNAS harus menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan mahasiswa, bukan sekadar organisasi untuk mengejar jabatan maupun memperluas jaringan pertemanan.

“Organisasi yang hebat bukanlah organisasi yang hanya mampu melahirkan pengurus baru, tetapi organisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru,” demikian pesan Akmal.

Sebagai salah seorang pendiri, ia mengaku bangga melihat PERMIKOMNAS terus bertahan dan berkembang hingga menyelenggarakan MUNAS ke-IX. Keberlanjutan organisasi lintas generasi tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa PERMIKOMNAS mampu mencetak kader yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Akmal juga mengingatkan bahwa organisasi merupakan tempat mahasiswa belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan setiap amanah.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (*artificial intelligence*), analisis data, komputasi awan, dan keamanan siber, mahasiswa informatika memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.

Namun, kecanggihan teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Inovasi digital diharapkan mampu menjawab persoalan masyarakat, mulai dari memperluas akses pendidikan, membantu pengembangan UMKM, hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus semakin bijaksana,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutannya.

Pengalaman BPJS Kesehatan dalam mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN, menjadi contoh bagaimana teknologi dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.

Menurut Akmal, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya aplikasi yang dibangun, melainkan sejauh mana teknologi mampu menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari berapa banyak aplikasi yang kita bangun, tetapi dari berapa banyak persoalan masyarakat yang berhasil kita selesaikan.”

Dalam kesempatan tersebut, Akmal menitipkan lima pesan penting kepada seluruh kader PERMIKOMNAS.

Pertama, membangun integritas sebelum mengejar prestasi. Kedua, menguasai teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Ketiga, memperkuat kolaborasi dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Keempat, menjadikan organisasi sebagai ruang berkarya melalui program-program yang memberikan dampak nyata. Kelima, mempersiapkan diri menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Ia juga mendorong PERMIKOMNAS menghadirkan program konkret dan berkelanjutan, seperti kolaborasi riset antarkampus, pelatihan keterampilan digital, pendampingan UMKM, edukasi keamanan siber, serta pengembangan inovasi teknologi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Akmal turut mengingatkan bahwa MUNAS harus menjadi ruang demokrasi yang sehat dan dewasa. Perbedaan pendapat maupun pilihan dalam menentukan kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi tidak boleh merusak persatuan dan persaudaraan.

“Dalam organisasi, kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan pernah kehilangan tujuan,” pesannya.

Lebih dari sekadar agenda pergantian kepengurusan, MUNAS Ke-IX diharapkan menjadi momentum memperkuat arah organisasi, melahirkan kepemimpinan berintegritas, serta membangun kolaborasi antarkampus dan lintas generasi.

Penguatan jaringan alumni dan para senior juga dinilai penting agar pengalaman mereka dapat menjadi bekal pembelajaran bagi kader dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional, baik di sektor usaha, pemerintahan maupun pelayanan publik.

Menutup pesannya, Akmal mengajak mahasiswa agar tidak meremehkan setiap proses selama masa perkuliahan. Pengalaman memimpin rapat, menyusun program kerja, bekerja dalam tim, hingga menyelesaikan tanggung jawab organisasi merupakan bagian dari proses membentuk pemimpin masa depan.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses. Bercita-citalah menjadi orang yang kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang,” demikian pesan penutup Akmal.

Melalui MUNAS Ke-IX Tahun 2026, PERMIKOMNAS RI diharapkan terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang berintegritas, berkarakter, inovatif, serta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.(VL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *