Di Bawah Langit Tondano, Pengucapan Syukur Minahasa 2026 Satukan Iman, Budaya, dan Semangat Kebersamaan

Berita, Minahasa400 Dilihat

Minahasa,– Hamparan Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano, dipenuhi ribuan umat yang datang dengan satu tujuan: mengucap syukur atas penyertaan dan kasih Tuhan. Minggu (26/7/2026), Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Ibadah Pengucapan Syukur Tahun 2026 yang berlangsung khidmat, menghadirkan nuansa persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Minahasa.

Suasana penuh sukacita semakin terasa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., para kepala perangkat daerah, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai penjuru Minahasa.

Pengucapan Syukur tahun ini menjadi pengingat bahwa rasa syukur tidak cukup diucapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam sikap hidup yang sederhana, penuh kasih, dan saling peduli. Pesan itulah yang disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th., saat menyampaikan firman Tuhan.

Ia mengajak masyarakat untuk mengembalikan makna Pengucapan Syukur pada hakikatnya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, bukan ajang menunjukkan kemewahan atau berlomba-lomba dalam pesta yang berlebihan. Menurutnya, tradisi luhur ini harus menjadi ruang berbagi berkat, mempererat tali persaudaraan, serta menghadirkan sukacita bagi siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Semangat “Si Tou Timou Tumou Tou” kembali bergema di tengah perayaan. Filosofi yang diwariskan leluhur Minahasa itu menjadi pengingat bahwa manusia dipanggil untuk saling menghidupkan, saling menguatkan, dan saling menopang dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dalam tradisi Pengucapan Syukur merupakan modal penting untuk membangun daerah. Dengan persatuan, toleransi, dan gotong royong, masyarakat diharapkan terus mendukung jalannya pemerintahan demi mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Di bawah langit Tondano, Pengucapan Syukur 2026 kembali membuktikan bahwa tradisi ini bukan sekadar warisan budaya, melainkan identitas masyarakat Minahasa yang menyatukan iman, budaya, dan semangat kebersamaan dalam satu ungkapan syukur kepada Tuhan.

(VL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *