BPBD Minahasa Perkuat Mitigasi, Kajian Risiko Bencana Jadi Prioritas

Berita, Minahasa139 Dilihat

MINAHASA,– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Salah satunya melalui Sosialisasi Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang digelar, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penanggulangan bencana di Minahasa tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga berbasis data, pemetaan risiko dan perencanaan yang terukur.

Melalui dokumen KRB, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi potensi ancaman, tingkat kerentanan masyarakat serta kapasitas daerah. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Minahasa Shandro A . Mogot SE MSi saat di temui awak media, ia menegaskan bahwa kajian risiko merupakan instrumen penting untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat.

“Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bergerak. Kajian risiko ini menjadi dasar untuk mengetahui wilayah yang memiliki potensi ancaman, sehingga langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bisa dilakukan lebih awal, terarah dan tepat sasaran,”tegas Mogot.

Menurutnya, penyusunan KRB juga membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor. Sebab, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, serta masyarakat.

“Yang kita bangun adalah sistem. Data harus kuat, koordinasi harus berjalan dan masyarakat harus memiliki pemahaman tentang risiko di wilayahnya. Dengan begitu, ketika terjadi bencana, kita sudah lebih siap,”ujarnya.

BPBD Minahasa berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penyusunan dokumen KRB.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Minahasa mewujudkan daerah yang lebih tangguh, waspada dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.(VL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *