Victor Mailangkay Jadikan Pancasila sebagai Kompas Kebangsaan Sulawesi Utara

Berita, Sulut373 Dilihat

MANADO — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen kebangsaan, merawat persatuan, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH., MH. dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Victor mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk menempatkan Pancasila bukan sekadar sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman yang hidup dan diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

Menurutnya, perjalanan panjang bangsa Indonesia telah melewati berbagai tantangan dan ujian. Dalam konteks tersebut, persatuan serta komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila harus terus kita jaga bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai cara hidup, cara kerja, dan cara kita saling menghormati,” demikian pesan yang ditekankan dalam peringatan tersebut.

Bagi Sulawesi Utara, pesan persatuan tersebut memiliki relevansi kuat di tengah karakter daerah yang tumbuh dalam keberagaman masyarakat, budaya, agama dan latar belakang sosial.

Nilai toleransi, saling menghormati dan semangat kebersamaan menjadi modal sosial dalam menjaga kerukunan sekaligus menciptakan ruang yang kondusif bagi pembangunan daerah.

Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata.

Semangat gotong royong, penghormatan terhadap keberagaman, kepedulian sosial, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok menjadi bagian dari aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan daerah, persatuan juga menjadi fondasi penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Kerukunan yang terpelihara memberikan ruang bagi pembangunan untuk berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan demikian menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga membutuhkan fondasi sosial berupa persatuan, toleransi dan gotong royong.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja dan membangun relasi sosial, semangat persatuan diharapkan semakin kokoh dan menjadi energi bersama dalam mendorong Sulawesi Utara menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera.

VL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *