Vanda Sarundajang Kobarkan Semangat Generasi Sehat, Minahasa Kuat

Berita, Minahasa191 Dilihat

Expres-News.com

REMBOKEN — Dalam denyut pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan, Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, kembali meneguhkan kepemimpinannya yang visioner dan berorientasi masa depan dengan membuka sekaligus memberikan materi dalam Workshop Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Kecamatan Remboken, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi lintas sektor, dihadiri oleh Sekretaris TP-PKK Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas PMD, Camat Remboken, Ketua TP-PKK Kecamatan Remboken, Sekcam, Kasi PMD, serta para Hukum Tua se-Kecamatan Remboken, sebagai bukti konkret bahwa upaya percepatan penurunan stunting merupakan agenda bersama yang menuntut sinergi total antar unsur pemerintahan dan masyarakat.

Dalam sambutan pembukaannya yang berisi pesan moral dan visi pembangunan manusia, Wabup Vanda Sarundajang menegaskan bahwa isu stunting bukan sekadar masalah kesehatan fisik, melainkan refleksi kualitas sumber daya manusia dan ketahanan bangsa di masa depan.

“Kita semua tentu menginginkan anak-anak Minahasa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan berdaya saing. Oleh sebab itu, percepatan penurunan stunting harus menjadi perhatian bersama dan menjadi tanggung jawab moral kita semua,” tegas Sarundajang.

Ia menyoroti bahwa stunting merupakan ancaman laten terhadap daya saing daerah, karena anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki perkembangan otak yang terhambat, kemampuan belajar yang rendah, dan produktivitas yang menurun pada usia dewasa. Karena itu, Wabup menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat hanya menjadi domain sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi nyata kebijakan daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) telah meluncurkan berbagai program inovatif. Salah satunya ialah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) — sebuah terobosan kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, PKK, dan lembaga PAUD dalam edukasi gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh cerdas berbasis kesadaran keluarga.

“Workshop ini adalah ruang strategis memperkuat koordinasi lintas sektor. Kita pastikan dari kabupaten hingga desa, semua bergerak dalam irama yang sama, dengan semangat satu data, satu langkah, dan satu tujuan,” ujar Sarundajang.

Dalam arahannya, Wabup menyampaikan empat instruksi prioritas sebagai pedoman bagi aparatur kecamatan dan desa dalam menajamkan strategi penurunan stunting, yakni:

  1. Perkuat data dan identifikasi keluarga berisiko stunting di setiap desa agar intervensi gizi dan kesehatan lebih tepat sasaran.
  2. Lakukan intervensi gizi spesifik dan sensitif, mulai dari pelayanan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan pertumbuhan balita secara berkala.
  3. Libatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial dalam gerakan edukatif tentang pentingnya gizi, sanitasi, dan pola makan sehat.
  4. Tumbuhkan kesadaran keluarga untuk menerapkan pola hidup bersih dan gizi seimbang sebagai fondasi tumbuh kembang anak yang optimal.

Lebih jauh, Wabup Sarundajang menyoroti potensi besar Kecamatan Remboken sebagai kawasan yang memiliki kekuatan di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata alam. Potensi ini, menurutnya, harus diintegrasikan dalam kebijakan penurunan stunting melalui penguatan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan lokal.

“Ketika ekonomi keluarga kuat, maka kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi. Pengembangan ekonomi lokal bukan hanya tentang peningkatan pendapatan, tetapi tentang memperkuat fondasi kesejahteraan dan ketahanan keluarga,” tandasnya.

Melalui pendekatan yang menyeluruh, Sarundajang menegaskan arah kepemimpinannya yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan (people-centered development) — di mana setiap kebijakan daerah diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan daya saing masyarakat Minahasa.

Di penghujung arahannya, Wabup menyampaikan optimisme kuat bahwa Kecamatan Remboken dapat menjadi model kecamatan bebas stunting di Kabupaten Minahasa, dengan dukungan tenaga kesehatan yang berdedikasi, kader PKK dan Posyandu yang aktif, serta masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif terhadap masa depan generasi muda.

“Kita memiliki semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat. Mari kita jaga solidaritas sosial dan tanggung jawab moral ini agar setiap anak Minahasa tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Dari mereka, Minahasa akan berdiri kokoh dan bermartabat,” tutup Wakil Bupati Vanda Sarundajang dengan penuh keyakinan.

Langkah konsolidatif dan humanistik yang diusung Wabup Vanda Sarundajang dalam isu stunting menegaskan watak kepemimpinan yang transformatif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang, sejalan dengan visi “Minahasa Maju dan Mandiri Berbasis Kualitas Manusia” yang menjadi arah pembangunan daerah saat ini.

#Lee_Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *